BACA KORAN VS BACA QUR-AN

Standar

BACA KORAN VS BACA QUR-AN

Oleh: Lina Sellin

Membaca merupakan salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Betapa tidak, sebab membaca dapat membuka wawasan manusia. Dengan membaca manusia dapat mengetahui segala sesuatu yang belum mereka ketahui sebelumnya. Serta banyak lagi manfaat dari kegiatan membaca ini. Tak heran, jika ayat yang pertama kali turun adalah anjuran untuk membaca. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.” (QS. al- ‘Alaq: 1)

Namun, bacaan akan hal apa juga dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan manusia. Jika membaca hal positif, maka sudah jelas inputnya pun akan positif. Begitu pula sebaliknya. Jika membaca kabar-kabar yang “panas” tentunya hati kita pun secara tidak dipungkiri pasti ikut ‘panas” juga. Mengingat, bacaan media kita yang tak henti memberitakan hal-hal “panas” semakin marak dan sepertinya tak dapat dibendung lagi. Terutama bila terjadi konflik, tampaknya  menjadi berita bagus bagi media. Tentu karena masyarakat semakin penasaran dan rasa ingin tahunya meningkat, media pun jelas  “laku keras”.

Hal yang seharusnya tidak diberitakan secara umum. Sebab menceritakan aib seseorang hukumya pun tidak dianjurkan dalam Islam, bahkan seharusnya kita menjauhinya. Sebagaimana firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Alloh adalah besar.  Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Alloh mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (QS. an-Nur: 11,15,19)

Selain itu, membaca koran pada era modern ini lebih diagungkan dibandingkan dengan membaca ayat-ayat suci dan risalah Muhammad saw. Terbukti dengan adanya pesanan media, baik majalah maupun koran dari waktu ke waktu kian meningkat. Dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Dari rumah gubuk hingga rumah gedong, dari tukang becak hingga kantoran. Setiap pagi lampu merah dihiasi dengan koran yang berjejer. Laci perkantoran tak lepas dari yang dinamakan koran dan dibaca setiap harinya.

Subhanalloh, lantas di mana letaknya al Qur-an? Kapan ia terbaca?

Al Qur-an adalah pijakan, jalan, aturan hidup bagi umat Islam di seluruh dunia. Di dalamnya berisi ajaran, perintah, sejarah dan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh umat manusia di bumi ini. Selain mendapatkan pahala ketika membacanya, di dalamnya pun terdapat pelajaran yang sangat berharga. Oleh karenanya, membaca al Qur-an tidak hanya dengan membaca secara dzohiriah mata kita saja, melainkan pikirkan, renungkan, amalkan apa yang terdapat dalam ayat-ayat-Nya. Begitu banyak ayat yang menyuruh manusia untuk brpikir, itu sebabnya pula al Qur-an dapat bermanfaat dan merupakan tanda bagi orang-orang yang berakal.

Sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. ali Imron: 190)

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.” (QS. al Isro: 12)

“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan.”  (QS. Fushilat: 3-4)

Dari ayat-ayat di atas, diharapkan kita mampu menangkap “maksud Alloh SWT” dengan tidak mengesampingkan urusan-urusan dunia. Koran sangat penting untuk pengetahuan kita, khususnya dalam bermuamalah. Karena di dalam koran terdapat berita yang sedikit banyaknya dapat memberi pengetahuan tentang kondisi alam sekitar kita, namun sudah selayaknya pula sebagai umat Islam menggiatkan ibadah kita dengan “membaca al Quran” secara mendalam. Tentunya dengan dibarerngi membaca hadits Rosul saw. sebab pusaka yang dapat menyelamatkan umat Islam dari api neraka tidak lain hanya lah al Qur-an dan Sunnah Rosul-Nya. “Kutinggalkan untukmu dua pusaka, tak lah kau akan tersesat selama-lamanya selama kamu masih berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitabulloh (Al Qur-an) dan sunnah Rosul-Nya (Hadits).” (HR. Bukhori)

Mudah-mudahan kita semua tidak lupa dengan kesibukan duniawi hingga melupakan urusan ukhrowi. Bacalah al Qur-an dengan mata dan hatimu, pikirkan dengan akalmu dan amalkan dengan tingkah lakumu. “Kitab (Al Qur-an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. al- Baqoroh: 2)

  Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu mengingat Sang Pencipta dengan membaca kalam-kalam yang dirisalahkan lewat risalah baginda Muhammad saw. Amiin.***

By: Sri Lina Qomariyah—Lina Sellin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s