Keadilan Tak Bisa dibeli

Standar

Hukum dunia, kata orang dapat dibeli, sebab hukum dunia ini erat kaitannya dengan kondisi hati manusia. Jika hatinya “kotor” maka akibat yang ditimbulkan dari keputusan hukumnya pun jadi “kotor”. Tak heran, jika hal ini pula yang menjadikan manusia bahkan negara  carut marut. Betapa tidak, hukum merupakan sumber utama manusia berpijak. Hukum pula yang mampu menghandle berbagai permasalahan kondisi jiwa baik dari aspek norma sosial maupun agama.

Statement di atas jelas digulirkan karena ada sebab yang mengawali adanya pembelian hukum di dunia. Salah satu contoh yang sedang ramai dibicarakan oleh orang-orang, khususnya di Indonesia adalah kasus Gayus Tambunan. Mereka pun merespon kondisi seperti ini dengan beragam komentar. Ada yang menanggapinya dengan positif dan tak sedikit pula yang menanggapinya dengan negatif.

Namun, terlepas dari berbagai komentar di atas, Gayus juga tetap manusia biasa yang pastinya tak luput dari khilaf dan dosa. Bukankah sifat dan sikap salah merupakan fitrah manusia? Karenanya, sebagai manusia sudah selayaknya kita berkewajiban mengingatkan orang-orang yang hatinya sedang “Jauh dengan Alloh” ini. Bukan malah menjustifikasi kesalahan dengan kemarahan dan cacian. Sebab, pada hakikatnya yang berhak menghukum orang-orang bersalah adalah Sang Kholiq, Alloh SWT. Di sini lah letak keadilan yang sesungguhnya. Keadilan yang tiada bandingannya yaitu hukum akhirat. Dunia merupakan proses pembelajaran manusia menuju kepantasan dalam mendiami syurga-Nya. Sampai kapan pun keadilan tetap tidak bisa dibeli.

 

*Ditulis oleh Lina Sellin, dan pernah dimuat di Buletin Ikhlas.

(Silakan meng-copy, asal menyertakan sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s