MARI KITA BERBENAH DIRI

Standar

MARI KITA BERBENAH DIRI

 

Perbuatan buruk beragam jenisnya. Dari mulai perbuatan yang tampak oleh mata dzohir sampai ke perbuatan yang tidak terlihat. Jika perbuatan buruk yang tampak oleh mata ini dapat diketahui secara jelas, maka perbuatan yang tak terlihat ini tersimpan halus “menggerogoti” amalan-amalan lainnya yang dapat dilakukan dengan seluruh anggota badan manusia.

Qolbu atau yang kita kenal dengan istilah hati memiliki beberapa problem di antaranya adalah 1) Berkarat.  2) Tertutup “Alloh telah mengunci-mati hati dan pendengaran merekadan penglihatan mereka ditutupdan bagi mereka siksa yang amat berat.” (QS. Al-Baqoroh: 7) 3) Mengeras “Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (QS. Al-Baqoroh: 74) 4) Berpenyakit  “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Alloh penyakitnya”. (QS. Al-Baqoroh: 10) 5) Buta “Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Haaj: 46) 6) Kasar “Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imron: 159)

Salah satu  sikap yang dapat “menggerogoti” amal manusia di atas adalah penyakit hati,  yaitu sikap iri dengki. Sikap ketidaksenangan terhadap kebahagiaan orang lain. Sikap ketidakpuasan dan hilangnya rasa syukur atas apa yang telah Alloh SWT berikan kepadanya. Sikap ini sangat berbahaya dan merugikan manusia,  baik bagi diri sendiri maupun orang lain. sebab fungsi qolbu yang sesungguhnya akan terganggu dan bahkan terhenti sama sekali.

Bagaimana hal ini terjadi? Sebab hati merupakan sumber penilaian seseorang terhadap segala tindakan. Hati merupakan parameter manusia dalam bertindak. Hati merupakan penghubung manusia dengan Tuhannya.  “Ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh membatasi antara manusia dan hatinya.” (QS. Al-Anfaal: 24) Oleh karena itu, marilah kita berbenah diri untuk menghindari sikap iri hati dengan  menjadi diri yang lebih baik. Berada dalam jalan yang lurus (Shirotol musraqiim). Jauh dari kemaksiatan dan terhindar dari perbuatan buruk.

Melakukan semua yang dikehendaki Tuhan dengan baik, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Tentu, perlu bimbingan dan pengajaran yang matang.  Perlu lingkungan yang mendukung. Perlu “majelis” yang mampu mengarahkan kita pada keadaan yang baik tersebut. Karenanya, pada edisi kali ini, kami mencoba menyuguhkan tulisan tentang bagaimana cara menghindari diri dari penyakit hati dan bimbingan ibadahnya dengan tulisan tentang tempat-tempat yang dapat mengantarkan kita pada jalan-Nya.

By: Sri Lina Qomariyah—Lina Sellin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s