PANGGILAN HP VS PANGGILAN ORANG TUA

Standar

PANGGILAN HP VS PANGGILAN ORANG TUA

Oleh: Lina

Pada era teknologi seperti sekarang ini, hand phone atau biasa kita kenal dengan HP  tampaknya merupakan salah satu alat yang sangat dibutuhkan manusia. Hal itu dapat dibuktikan dengan semakin banyak orang yang menggunakan HP. Dipegang dan digunakan oleh berbagai usia. Dari kanak-kanak hingga orang dewasa, dari tukang becak hingga pegawai kantoran. Alasannya adalah guna meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat dan meningkatkan produktivitas manusia dengan mudah.

Namun, kehadiran HP yang hakikatnya untuk memberikan manfaat itu, ternyata dapat membuat manusia “autis” dengan kondisi lingkungannya. Merasa nyaman dan tenang jika HP berada di genggaaman. Tak heran, jika salah satu iklan di media elektronika menggambarkan saking asyiknya orang bermain HP, ia lupa dan bahkan “tak sadar” dengan keberadaan dirinya sendiri. Menggunakan dasi orang lain untuk mengusap kotoran hidungnya dikarenakan “lalai” dengan penggunaan HP yang sesungguhnya. Sadar atau tidak, hal ini pula mungkin akan terjadi pada kita semua, si penguna aktif HP. Menggunakan HP dengan tanpa batas, tidak tahu tempat dan waktu, jelas akan mengakibatkan kelalaian.

Panggilan HP dari nada dering yang beragam telah “melalaikan” orang dari keadaan yang sedang dialami di kehidupan sekitarnya. Betapa tidak, orang bisa lari pontang panting ketika nada itu berbunyi, baik SMS maupun nada panggilan masuk. Bahkan dalam kondisi yang sulitpun mereka rela menggapai dan menyahutinya. Realitas ini berbeda jauh dengan kondisi ketika orang tua kita memanggil dan terkadang meminta sesuatu untuk melakukan hal tertentu pada sang anak. Panggilan pun dilakukan tidak cukup satu kali demi mendengar jawaban atau sahutan dari buah hati. Sungguh sangat menghawatirkan akhlak manusia, terlebih bagi kaum Muslim. Sebab bagaimanapun juga derajat orang tua lebih dari segalanya. Singkatnya, setelah mencintai Alloh sebagai Sang Kholiq, Rosul saw sebagai utusan-Nya, kemudian orang tua sebagai pembimbing dan pemelihara kita dari kecil hingga besar.

Sebagaimana firman Alloh SWT: “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia (Alloh), berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa.” (QS. al-An’am: 151) “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS. al-Isro: 17)

Dari kedua ayat al Qur-an di atas, kita tahu bahwa kedudukan orang tua berada di bawah kedudukan Alloh SWT. Artinya, panggilan orang tua harus lebih diutamakan daripada panggilan HP. Segera penuhi keinginan orang tua ketika mereka memanggil kita. menempatkan orang tua pada kedudukannya yang sangat mulia.

Jangankan menolak permintaan atau perintah mereka, mengatakan “ah” saja dilarang. Itulah keistimewaan orang tua. Namun, meskipun demikian ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita hormat dan patuh pada mereka. Sebab, ada alasan tertentu yang Alloh jelaskan dalam al Qur-an untuk tidak menuruti aturan dan perintah mereka. Yaitu,  jangan menuruti perintah orang tua yang mengarahkan kita pada kekafiran dan jauh dari Alloh SWT.

Seperti dalam firman-Nya: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 15)

            Oleh karena itu, marilah kita berlaku adil terhadap benda yang kita miliki,  menempatkan sesuatu pada tempatnya adalah hal yang terbaik bagi manusia, termasuk memperlakukan HP yang ada di genggaman kita.

Panggilan HP memang perlu dijawab, namun panggilan orang tua lebih penting darinya. Karena itu, mulailah dari sekarang “menyahuti dengan segera” segala panggilan orang tua kita apabila tidak menyalahi aturan agama maupun negara.  Semoga kita semua termasuk manusia yang dapat memanfaatkan HP pada porsinya dan tidak melalaikan kewajiban kita yang lain. Amiin.***

By: Sri Lina Qomariyah—Lina Sellin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s