Siapa Bilang, 1 Muharram Sebagai Awal Hijrah Rasul?

Standar

Tak terasa, bulan Muharam akan segera tiba. Yaitu, suatu bulan yang ditetapkan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai awal tahun baru Hijriah. Biasanya, khususnya di Indonesia, pada bulan ini dilakukan berbagai tradisi. Seperti tradisi sadranan, tradisi jamasan kraton Yogyakarta (memandikan pusaka), tradisi kebo kyai slamet, tradisi tabuik di Minangkabau, dan lain sebagainya. Namun, tahukah Anda mengapa 1 Muharam ditetapkan sebagai awal tahun baru bagi umat Islam? Benarkah penetapan Muharam ini didasarkan pada hijrahnya Rasul Saw. dari Mekah ke Madinah? Ini dia jawabannya.

Menurut keterangan al-Biruni, dulu, kala Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah,  Umar menerima surat dari gubernur di Bashrah (Irak), Abu Musa al-Asy’ari. Isinya: “Kami telah banyak menerima surat dari Amirul Mukminin, dan kami sungguh tidak tahu mana yang harus dilaksanakan terlebih dahulu. Kami telah membaca agenda kegiatan yang bertanggal Sya’ban. Namun, kami tidak tahu pasti Sya’ban mana yang dimaksud. Sya’ban di tahun ini atau Sya’ban mendatang di tahun depan?”

Berawal dari surat di atas, Umar merasa bahwa penting bagi umat Islam untuk segera menentukan penanggalan yang baku dan seragam untuk berbagai urusan kenegaraan dan kemasyarakatan. Akhirnya, Umar mengumpulkan para alim dan tokoh-tokoh terkemuka pada saat itu untuk mengadakan musyawarah khusus guna menentukan kapan awal tahun baru Islam. Dari musyawarah ini, muncul beberapa opsi. Pertama, penanggalan Islam dihitung dari peristiwa penyerangan Abrahah terhadap Ka’bah dari Yaman ke Masjidil Haram. Kedua, tahun hijriah diawali dengan kelahiran Rasul Saw. Ketiga, saat Rasul menerima wahyu yang pertama. Keempat, diawali dari wafatnya Rasul Saw. Kelima, diawali dari hijrah Rasul Saw. dan para sahabat dari Mekah ke Madinah (pendapat imam Ali Kw.)

Setelah lama musyawarah, akhirnya diputuskanlah bahwa awal penanggalan Hijriah adalah dimulai dari hijrah Rasul Saw. Sebab peristiwa itu merupakan pintu masuk kehidupan baru bagi Rasul Saw. dan umatnya dari dunia kegelapan (kemusyrikan) menuju cahaya tauhid (Islam). Akan tetapi, dalam tarikh Ibnu Hisyam dijelaskan bahwa keberangkatan hijrah Rasul Saw. dari Mekah ke Madinah tidak dilakukan pada 1 Muharam, melainkan pada bulan Shafar dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Ini berarti penetapan 1 Muharam dari realitas hijrahnya Rasul memiliki perbedaan waktu. Yaitu, di antara keduanya terdapat jarak sekitar antara 62-64 hari.

Meskipun begitu, 1 Muharam tetap dijadikan sebagai awal penanggalan umat Islam dengan alasan bahwa hijrah pada dasarnya sudah diniatkan sejak awal Muharam, pasca peristiwa Baiatul Aqabah (ikrar penduduk Madinah yang datang ke Mekah untuk masuk Islam). Setelah peristiwa ini, Rasul segera melakukan persiapan untuk hijrah, namun baru terealisasi pada bulan Shafar. Selamat Tahun Baru Hijriah 1434 H.

*Ditulis oleh Lina Sellin, dan pernah dimuat di situs Mizan.com.

(Silakan meng-copy, asal menyertakan sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s