“U-Turn“: Siapkah Anda Kembali ke Masa Lalu?

Standar

Bagi sebagian besar orang, mengakui bahwa dirinya bersalah merupakan sesuatu yang amat berat dilakukan. Terlebih jika menyangkut masa lalu yang telah lama ditinggalkan. Masa lalu yang, sekadar mengingat pun bila perlu jangan pernah. Masa lalu yang menyakitkan hati. Masa lalu yang membuat trauma seumur hidup. Masa lalu yang sempat membuatnya enggan mengakui sosok kehadiran dirinya. Masa lalu yang membuatnya membenci pada diri sendiri. Masa lalu yang membuatnya memilih untuk hidup dalam topeng kepalsuan selama belasan tahun. Masa lalu yang tak pernah diketahui oleh orang lain kecuali hati nuraninya sendiri.

Namun, tidak bagi Karindra dan Bram. Dua sejoli ini memutuskan untuk memutar balik masa lalunya. Mereka memilih untuk kembali membuka memori hidup, peristiwa demi peristiwa, lembar demi lembar kisah hidupnya. Mereka memilih untuk mengakui segala kesalahan yang memang tak pernah dilakukan dengan sengaja. Mereka, dengan berani meminta maaf pada orang-orang yang telah dilukai hatinya.

Hanya dengan memutar balik pada masa lalulah mereka dapat menyembuhkan luka batin yang selama ini menyiksa separuh hidupnya. Hanya dengan keberanian untuk mengungkapkan “siapa” sosok sebenarnya di balik topeng kelembutan dan kebaikanlah, mereka bisa melangkah ke masa depan yang lebih tenang lagi bahagia. Tanpa harus dibayangi oleh rasa bersalah. Tanpa harus menelan puluhan pil penenang tiap harinya. Dan, tanpa harus mencari cinta di luar dirinya. Bertualang ke berbagai tempat demi menghapus masa lalunya yang menyakitkan.

Karin adalah perempuan lajang berusia 32 tahun. Setelah lulus SMA, ia berusaha “kabur” dari kenangan bersama Abi, sepupu sekaligus sahabat terdekatnya. Menghindar dari Zara, sosok perempuan yang dianggap telah “membunuh” Abi sekaligus “dibunuh” olehnya secara tidak disengaja. 8 tahun Karin berada di Amerika serikat untuk mengubur peristiwa itu. Namun tidak pernah berhasil. Alih-alih dapat melupakan peristiwa itu, ayahnya yang tinggal seorang diri meminta Karin agar kembali ke Jakarta untuk menemaninya. Dengan berat hati, Karin pun kembali ke negeri asalnya, Indonesia.

Pada suatu kesempatan, Tuhan mempertemukan Karin dengan sosok laki-laki yang dapat menggetarkan jiwanya. Dialah Bre. Dua tahun jalinan asmara mereka bersemi begitu indahnya, hingga suatu ketika Bre memutuskan untuk pisah karena Karin tak mau diajak nikah. Jika Karin mencintai Bre, mengapa ia tak mau menikah dengan laki-laki pujaan hatinya itu? Siapa sebenarnya sosok laki-laki yang bernama Bre ini? Apa hubunganya dengan masa lalu keduanya? Haruskah mereka kembali ke titik balik hidupnya demi membongkar semua rahasia masa lalunya? Kalau pun mereka harus berbalik ke masa lalu, mampukah jalinan cinta mereka kembali bersatu?

U-Turn” adalah sebuah kisah yang menggambarkan tentang bagaimana kita harus berani mengakui kesalahan, meskipun harus dengan memutar arah kehidupan yang sedang dijalani dan kembali pada episode masa lalu. Kisah tentang bagaimana memaafkan orang-orang yang telah menyakiti kita. Kisah yang sebenarnya sering kali terjadi di kehidupan sehari-hari, namun jarang disadari. Kisah ini seolah-olah menampar pembaca untuk berani mengakui kesalahan di masa lalu, tanpa harus lari dari seabrek masalah yang dihadapinya. Masalah tentang cinta, keluarga, persahabatan, pengorbanan, dan berbagai masalah hidup lainnya.

Pada akhirnya, hanya dengan kejujuranlah kita dapat hidup dengan damai. Tanpa harus melukai diri sendiri dengan menutup rapat kebohongan. Ibarat pepatah mengatakan, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sepandai-pandainya kita menutup kebohongan dan lari dari masalah,  pasti akan terbongkar juga. Jadi, siapkah Anda berbalik ke masa lalu dan jujur pada diri sendiri? Selamat membaca!

*Ditulis oleh Lina Sellin, dan pernah dimuat di situs MizanMag.

(Silakan meng-copy, asal menyertakan sumber)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s