Kukatakan pada Dunia, Aku lah Pembantu (Itu)

Standar

TKi1

Aku terlahir dengan nama lengkap Sri Lina Qomariyah. Teman-teman memanggilku dengan sebutan Lina. Lahir di sebuah desa terpencil pesisir Kabupaten Cirebon pada 12 Juni 1986. Aku anak keenam dari enam bersaudara. Itu artinya aku anak bontot alias bungsu.

Aku menamatkan SD dan SMP di Assuniyah. Satu-satunya sekolah yang ada di desaku waktu itu. Kemudian dilanjut hijrah ke kota dengan mendaulatklan diri jadi santri Dar-el Istiqomah li Tahfidzil Qur’an plus sekolah di MAN 1.

Selepas itu, takdir membawaku pada BMU (Beasiswa Mengikuti Ujian). Salah satu program beasiswa yang digiatkan oleh Ibu Negara, Megawati Soekarno Putri pada tahun 2004. Namun sayang, aku tak lolos. Aku hanya mampu berhasil duduk pada kursi kabupaten.

Mendengar hampir seluruh temanku melanjutkan kuliah menyebar ke berbagai universitas, inginku pun semakin besar. Tapi, aku sadar betul siapa sosok orang tuaku. Imi hanya sebagai pedagang kerupuk eceran. Sedangkan abah, lumpuh dikarenakan cangkul yang ia gunakan saat bertani menebas kakinya.
Jelas, kami tak mampu menampung derasnya badai kehidupan. Perlahan runtuhlah asa itu.

Suatu ketika iming-iming mutiara para tetangga seolah menjadi gula bagiku. Tawaran menjadi pembatu datang menjanjikan berbagai keindahan hidup. Tumpukan uang akan aku raih. Kuliah di depan mata, dan aku bisa membahagiakan ortu dengan gajiku. Pikirku.

Akhirnya, di tahun 2004 aku terbang ke Arab Saudi dengan segala keterbatasanku. Mengais rupiah di negeri orang hanya berbekal keyakinan (dengan menyebut nama Tuhan, apapun bisa kulakukan)

Singkat cerita, aku kerja di keluarga Al-Faleh, Al-Jouf selama tiga tahun. Dan, pada 2007, kuwujudkan impianku tuk mengenyam bangku kuliah.

Kini, kukatakan pada dunia bahwa aku lah pembantu itu, yang memiliki mimpi, yang memiliki harapan, yang memiliki cita-cita, yang memiliki tekad untuk dapat berperan aktif bagi negeri ini, dengan ilmu yang kupunya.

Aku, pembantu rumah tangga itu, yang ditendang demi ilmu. Yang diinjak demi ilmu. Yang dicaci demi ilmu. Dan, kini berbakti pada negeri demi ilmu.

 

*Ditulis oleh Lina Sellin, dan pernah dimuat di Inspirasi.co untuk mengikuti lomba kisah inspirasi. Tulisan ini menjadi salah satu pemenang dalam kategori terbanyak kunjungan dan menginspirasi.

(Silakan meng-copy, asal menyertakan sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s