Kesia-sian Berbicara

Standar
 

Kabar buruk mengintai kehidupan. Tidak hanya wanita, tapi juga laki-laki. Berbicara secara berlebihan sangat berbahaya untuk urusan duniawi, atau pun akhirat. Persis seperti ungkapan popular, “Mulutmu, Harimaumu”.

Saat ini, sangat mudah bagi seseorang untuk menjaga mata tertutup, telinga tertutup, dan bahkan kaki untuk berhenti bergerak. Tapi untuk menjaga mulut tertutup dan membuatnya tidak berbicara, hampir tidak mungkin! Orang-orang harus memiliki suara dalam segala hal, entah itu menyangkut diri sendiri atau bukan.

Setidaknya, mereka akan mengomentari segala hal terkait kehidupan di dunia, baik itu pribadi, keluarga, tetangga, bahkan pertandingan bola, atau mungkin mengkhawatirkan kehidupan itu sendiri.  Namun anehnya, ketika sesuatu hal yang seharusnya mereka membuka mulut, tentang hal-hal yang menyangkut urusan spiritual, mempelajari Al-Qur’an, hadis, dan bersiap-siap untuk bertemu sang pencipta pasca kematian,  atau bahkan untuk mengetahui kondisi yang tengah terjadi di dunia Muslim, kadang mereka tutup mulut.

Selain lidah yang berbicara, orang juga akan membuang jumlah pembicaraan yang sama saat jari berbicara, baik melalui WhatsApp, SMS, BBM, atau lainnya. Akun Twitter dan Facebook mereka harus diperbarui setiap beberapa menit, dan seluruh dunia sepertinya harus tahu kegiatan sehari-hari mereka dengan mengupload makanan apa yang disantap hari itu, pakaian apa yang dikenakan, hingga perjuangan apa saja yang sudah dilewati pada hari itu.

Hal menarik sekaligus mengejutkan datang dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa, rata-rata wanita berbicara sekitar 23 ribu kata per hari, sedangkan pria akan lebih sedikit, yakni sekitar 13 ribu lebih.

Anak perempuan juga mulai berbicara lebih awal daripada anak laki-laki dalam kehidupan, bahkan ketika mengigau pun, anak perempuan akan berbicara lebih banyak ketimbang anak laki-laki! Para ilmuwan menyatakan, hal ini terjadi karena perempuan memiliki protein FOXP2 di otak lebih banyak ketimbang laki-laki, yang dikenal sebagai  “protein bicara,” manusia. Inilah sebabnya mengapa wanita tidak akan pernah membiarkan perusahaan alat telekomunikasi menjadi bangkrut!

Sayangnya, kabar buruk mengintai kehidupan. Tidak hanya wanita, tapi juga laki-laki. Berbicara secara berlebihan sangat berbahaya untuk urusan duniawi, atau pun akhirat. Persis seperti ungkapan popular, “Mulutmu, harimaumu”

Ya, seseorang yang berbicara rata-rata 20 ribu kata per hari selama 50 tahun hidupnya akan memiliki sekitar 3,65 triliun kata untuk menjelaskan kisah hidupnya pada Hari Perhitungan. Namun, waktu di akhirat konon akan lebih panjang ketimbang di dunia, dengan perhitungan 50 tahun menjadi 50 ribu tahun, dan setiap hari mereka selama 50 ribu tahun sama dengan 80 tahun seumur hidup ini. Hal ini sama dengan 14600000000000 hari hidup di dunia ini. Pada hari ini waktu akan sangat panjang, setiap orang dari kita akan berdiri di bawah terik matahari tepat di atas kepala kita, untuk 14600000000000 hari guna menjawab apa yang kita bicarakan, apa yang kita makan, apa yang kita pikir, apa yang kita lakukan –semuanya dari seluruh hidup kita. Tidak akan ada kursi untuk duduk di kafe, untuk membeli minuman, atau berteduh untuk mendapatkan kenyamanan—kecuali jika kita diberikan tempat istimewa di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Biasanya, siswa berkeringat dingin hanya untuk sekadar menjawab dan memikirkan soal ujian matematika selama tiga jam. Penjahat tidak bisa menahan hanya dalam waktu 30 menit  saat diintrogasi oleh pengacara nomer wahid.

Lantas, bagaimana kita akan mampu berdiri selama 14600000000000 hari guna menjawab langsung introgasi Yang Mahakuasa? Menjawab setiap detail detik kehidupan kita selama di alam dunia? Hari di mana tak seorang pun bisa menyuap para malaikat, atau menyewa pengacara paling top untuk membela. Sebaliknya, mulut Anda akan ditutup rapat, dan semua anggota badan Anda akan diberikan kekuatan untuk berbicara, bumi di mana Anda tinggal akan diberikan lidah untuk bersaksi, semua sudut bumi akan merekam perbuatan Anda, yang disebut Kiraman Katibeen. Mereka semua akan menjadi saksi tentang apa yang mereka lihat, dan orang-orang di sekitar Anda yang melihatnya juga akan dipanggil untuk memperkuat apa yang Anda katakan atau lakukan. Ini akan menjadi sidang terbuka, semua orang bisa menyaksikan kegembiraan atau penghinaan. Apakah Anda siap untuk itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s