Tolak Jumpa Rasul, Uwais Masuk Surga  

Standar

Wahai Nabi Allah, bagaimana bisa ia menjadi penghuni langit, sementara ia menolak berjumpa denganmu?

 

Pada suatu hari, Rasul Saw. segera mendatangi isteri tercinta, Aisyah Ra., dan bertanya, “Aisyah, apakah ada seorang dari Yaman mencariku?”

“Benar, wahai Rasul! Jawab Aisyah. Ia sengaja berangkat dari Yaman karena ingin menemuimu. Tapi, karena engkau tidak ada dan ia telah berjanji tak akan meninggalkan ibunya terlalu lama, maka ia buru-buru pulang ke negerinya. Padahal  saya sudah katakan sebentar lagi engkau akan tiba!”

Mendengar jawaban Aisyah, Umar dan Ali yang kala itu sedang berada di rumah Rasul pun sontak saling berpandangan. Mereka berpikir bahwa jarak dari Yaman ke Madinah terbentang begitu jauh, yakni sekitar 1000 kilo meter lebih. Artinya, orang itu telah bersusah payah datang ke Madinah. Tapi mengapa ia menolak memberikan sedikit waktunya untuk menunggu kedatangan Rasul dan memilih pulang untuk menemui ibunya? Mengapa ia lebih suka tidak berjumpa dengan Rasul ketimbang membuat hati ibunya kecewa?.

Melihat gelagat para sahabatnya itu, Rasul kemudian tersenyum dan berkata, “Dia lah penghuni langit. Jika kalian berjumpa dengannya, jangan lupa meminta doa agar mendapat ampunan dari Allah,” pesan Rasul. Saw.

“Wahai Nabi Allah, bagaimana bisa ia menjadi penghuni langit, sementara ia menolak berjumpa denganmu?” sergah salah satu sahabat.

“Karena pengabdiannya yang begitu tulus pada Ibundanya, maka Uwais berhak diangkat menjadi penghuni surga. Ia bukan penduduk bumi,” jawab Rasul Saw. dengan ramah.

Pemuda yang dimaksud Rasul itu bernama Uwais Al Qarani. Seorang pemuda Yaman yang begitu mencintai ibunya, dan rela melupakan keinginannya jumpa dengan rasul demi sang ibunda. Ia juga rela melupakan lelahnya perjalanan ribuan kilo meter dan kembali ke negerinya dengan tangan hampa demi tidak membuat ibunya kecewa.

Bayangkan, ia menolak jumpa dengan orang nomor satu di dunia, bahkan mungkin di akhirat–sebagai satu-satunya kekasih Allah, demi sang Ibunda. Lantas, bagaimana dengan kita (yang kadang melupakan ibunda, melupakan perintah orang tua–untuk hal hal-hal yang sepele, misal main dengan teman, dsb.?) Bukankah menolak bertemu Rasul demi ibunda, Uwais mendapat balasan surga?

Kisah ini merupakan adaptasi dari hadis Muslim.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s