JANGAN TAKUT AKAN GELAP

Standar
m.keepo.me

m.keepo.me

Gelap. Tidak sedikit manusia yang takut akan gelap. Gelap karena pendar cahaya lampu yang meredup. Atau bahkan gelap karena akal dan hati kita sebagai manusia seolah tak berfungsi. Hal ini biasanya terjadi dikarenakan banyaknya masalah hidup. Seperti gagal dalam meraih sesuatu, gagal dalam berumah tangga, gagal dalam ujian, gagal menikah dan sederet kegagalan lainnya.

Akibatnya, manusia bisa mengalami rasa galau yang berlebih. Manusia bisa menjerit histeris setengah mati. Bahkan, manusia bisa melakukan hal-hal konyol yang dapat merugikan dirinya sendiri seperti bunuh diri. Ya, semua itu terjadi karena dunia terasa gelap baginya. Dunia ini terasa berhenti dan tidak berpihak lagi padanya. Hidup di dunia terasa sudah tidak punya harapan.

Keadaan gelap memang tidak enak. Terkesan menyeramkan dan banyak hal lain yang membuat manusia ragu dan takut untuk melangkah. Namun, gelap adalah sebuah fitrah. Kehadirannya tidak bisa kita hindari. Seperti halnya Tuhan menciptakan cahaya. Seperti Tuhan menciptakan siang dan malam. Seperti Tuhan menciptakan langit dan bumi. Seperti Tuhan menciptkan seluruh makhluk di bumi ini. Semua berpasang-pasangan. Itulah sunnatullah-Nya. Karenanya, untuk meningkatkan kualitas diri, tidak ada pilihan lain selain menaklukkan gelap.

Gelap pada dasarnya ada untuk membuat kita lebih berani dan lebih dewasa untuk menemukan pasangan gelap, CAHAYA. Masih ingat, kan, dengan ungkapan Henry Ford “KEGAGALAN adalah KESEMPURNAAN untuk MEMULAI lagi dengan lebih CERDAS”?. So, jadilah manusia AUKSIN. Manusia yang berani menaklukkan gelap. Manusia yang berani mencari arah datangnya cahaya. Manusia yang entah ada cahaya atau tidak, ia akan tetap subur dan tumbuh makin tinggi. Terbang menjadi manusia dewasa yang tidak mudah tersapu badai. Manusia yang mampu berusaha lebih keras untuk menemukan cahaya bagi hidupnya.

Sebuah pepatah Arab mengatakan, “Apabila kamu melihat jalan kebenaran (CAHAYA), maka pergilah meskipun hanya seorang diri”. Karenanya, tetaplah menjadi elang. Jangan takut pada sebuah keputusan orang lain yang menyebabkan kita harus berhenti di satu titik. Ingat, dunia ini begitu luas. Jika satu titik terhenti, masih ada belahan bumi lain yang akan tetap berputar untuk kita. Keep smile. Syukuri apa yang sudah Tuhan beri pada kita. Dalam gelap, pasti ada cahaya tersembunyi yang sengaja Tuhan ciptakan untuk kita.

Karena, bukankah nikmat Tuhan sejatinya lebih banyak daripada apa yang kita takutkan?
Ya, pantaslah jika Allah, melalui pertanyaan retorisnya berfirman, “Nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan?!” (QS Ar-Rahman, dan disebut sebanyak 32 kali).

***

Boleh mengcopy, asal mencantumkan link tulisan ini.

(Lina Sellin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s