KALAU MAU BAHAGIA, MANUSIA HARUS PUNYA BANYAK STOK MAAF

Standar
remajaislampos.wordpress.com

remajaislampos.wordpress.com

Pernahkah Anda merasa jengkel dan marah pada seseorang? Sehingga dalam hati ataupun diucapkan dengan lisan Anda berkata “tiada maaf bagimu”? Bahkan Anda sempat (masih) merasa dendam karena sesuatu hal yang dianggap sebagai kesalahan orang lain? Dianggap sebagai sesuatu hal yang memberimu rasa sakit mendalam?

Ya, memaafkan orang lain, terlebih kesalahan yang kita anggap sebagai suatu kesalahan yang fatal, memang berat dan tidak mudah. Kita pun sering beranggapan bahwa “kita ini manusia biasa, bukan Tuhan yang maha pemaaf”. Namun, terlepas dari mudah atau tidaknya sikap kita untuk memaafkan, nyatanya secara sadar ataupun tidak, jika kita tidak bersikap legowo dan segera memaafkan, hati pun akan terus dibayang-bayangi oleh rasa amarah tersebut. Hati akan terus gelisah. Bahkan lama-kelamaan akan menggunung dan kemudian memutuskan tali silaturahim kita. Kalau sudah begini, kebahagiaan kita pun sebagai manusia menjadi taruhannya.

Sebab, pada dasarnya puncak kebahagiaan seorang manusia terletak pada jalinan silaturahim. Sebagimana tercantum dalam firman-Nya, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa akan membuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya pula mata mereka (QS. Muhammad: 22-23).”

Dalam ayat di atas, Allah Swt. melaknat orang-orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan. Artinya, jika Allah sudah demikian, musnahlah kebahagiaan kita. Karena hanya dengan ridha Allah lah kita bisa mendapatkan kebahagiaan sejati. Dalam hal ini, memaafkan berarti membebaskan diri Anda dari amarah. Memaafkan berarti Anda menjalin silaturahim kembali. Memaafkan berarti Anda berbuat baik terhadap orang yang melukai hati Anda. Inilah sifat orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana terdapat dalam surat Ali Imron ayat 134 “…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.

Sebagai manusia, kita harus sadar betul bahwa kita ini bukan malaikat yang selalu bersih dari noda. Dengan begitu, kita pun dapat melaksanakan perintah Allah ini, memaafkan, melapangkan dada, dan ampunan dari Tuhan pun dapat kita raih. “Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada, tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah?” (QS Al-Nûr: 22).

Oleh karena itu, sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari salah dan lupa, jika kita ingin meraih kebahagiaan sejati, maka sudah menjadi keharusan bagi kita untuk memiliki banyak stok maaf. Bila perlu sebelum orang yang memiliki salah itu meminta maaf, kita sudah memaafkan terlebih dahulu. Sebab dengan memaafkan, hati kita akan lega. Hati kita akan terbebas dari nafsu setan yang terlaknat. Sebab memaafkan merupakan bentuk kebajikan yang dapat mengkategorikan kita layak disebut muhsinin. “Maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS. Al-Maidah: 13).

***

Boleh mengcopy, asal mencantumkan link tulisan ini.

(Lina Sellin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s