Menipu Tuhan

Standar

index

Ilustrasi gambar diambil dari PlusQuotes

Kita sering mengaku cinta pada Tuhan.

Namun, tindakan kita kadang melenceng dari aturan.

 

Kita sering mengaku rindu pada Tuhan.

Namun, saat Dia menyeru (azan), kadang kita malah pura-pura sibuk dengan alasan pekerjaan.

 

Kita sering mengaku percaya (iman) pada Tuhan.

Namun, bila sedikit saja kuah rindu Tuhan datang menghampiri (musibah?), kadang kita sebut Tuhan tak hadir dalam kehidupan.

 

Kita sering mengaku ingin jumpa dan bercakap-cakap mesra dengan Tuhan.

Namun, surat cinta-Nya yang suci (Al-Quran) malah enggan kita pahami, dan lebih bangga bila telah sanggup menghafal nyanyian.

 

Ah, Tuhan …

Ternyata cintaku (mungkin) palsu dan penuh tipuan!

Ampuni … ampuni … ampuni kami bila tindakan jauh dari ucapan.

 

 

Salam Cinta,

Lina Sellin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s